Pelatihan Literasi Digital “Media Sosial " ANTI HOAX

  • Terakhir diperbaharui : Rabu, 26 Juni 2019
  • Penulis : GILANG RIZKI MAULANA
  • Hits : 196

WhatsApp_Image_2019-06-24_at_8.04_.16_AM_(1)_.jpeg

Pelatihan Literasi Digital “Media Sosial yang Menyatukan & Memajukan”

https://www.mafindo.or.id/2019/06/21/literasi-digital-media-sosial-yang-menyatukan-dan-memajukan/

Bela Negara sebagai ciri dan identitas dari universitas pembangunan nasional veteran Jakarta. Segala bentuk kegiatan haruslah mencerminkan identitas bela negara tersebut. Seperti halnya pada keikutsertaan dosen Rio Wirawan 486101310271, M Bayu Wibisono dengan mahasiswa Eka Dewi Sisri Listianti 1710512050, Rezi Saputra 1610512023, Herlambang dwi prasetyo 1710512026,  pada kegiatan Pelatihan Literasi Digital “Media Sosial yang Menyatukan & Memajukan” yang diselenggarakan oleh MAFINDO(Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) yang diselenggarakan di hotel kuretakeso Jumat, 21 Juni 2019. Pembicara pada pelatihan tersebut yaitu Direktur Eksekutif Indonesia New Media Watch, Agus Sudibyo dan Ketua Komite Fact Checker MAFINDO, Aribowo Sasmito.

Bpk. Agus Sudibyo yang menyampaikan materi mengenai Topik “Informasi, Literasi dan Kreasi di Media Sosial”. Beliau menilai ajakan MAFINDO seperti think before click adalah hal yang tepat dan dibutuhkan diera banjirnya informasi dengan berbagai platform media sosial. Sedangkan Bpk. Aribowo Sasmito yang membawakan materi “Mengidentifikasi Hoaks” mengingatkan kepada peserta agar tidak mudah terpapar atau terjebak hoaks. Ia pun menegaskan dalam teknik membongkar hoaks, bisa dilakukan dengan berbagai cara dan alat yang ada.

Pada sekarang ini terjadi evolusi ekologi media yaitu perubahan cara konsumsi informasi, cara komunikasi. Seperti : Demokrasi Digital, Internet Addiction, Digital Autism.  Dengan begitu menjadi pertanyaan kebebasan atau terbelenggu ? harusnya manusia (kita) teknologi memberikan kebebasan, membuat kita menjadi lebih baik atau segala sesuatu yang memudahkan. Namun banyak dari kita malah lupa waktu dan atau lupa kegunaan. Ada namanya Surveilance Capitalism yaitu semakin kita aktif di internet maka semakin diawasi oleh pihak / instansi tertentu. Mulai sekarang kita harus mencoba untuk Diet Teknologi yaitu menggunakan dengan secukupnya, tetapi tidak mengganggu aktivitas lain. Teknologi diciptakan untuk mempermudah pekerjaan dan aktivitas manusia, kita harus bisa menahan diri dan berhati-hati dalam menggunakan teknologi, kita harus menguasai teknologi bukan malah sebaliknya. Free Internet akan melahirkan Big Data, User Behavior. Ada pepatah mengatakan “Siapa yang memiliki Data, dia yang akan menguasai Dunia”. Ada perspektif baru terhadap Data yaitu Data as Labor dan Data as Capital. Data as Labor adalah data milik yang dimiliki oleh pemilik pengguna internet, sedangkan Data as Capital adalah data milik perusahaan/instansi/lembaga, hasil dari penambangan teknologinya. Ada istilah Homodigitalis yaitu manusia yang hidup di dalam pengawasan yang maksimum oleh perusahaan digital. 5 Perusahaan terbesar di Dunia yaitu Facebook, Apple, Google, Amazon, Microsoft.

Ujaran Kebencian didasarkan kepada multidimensi / sarana, mulai dari ekonomi, politik, social dll. Ujaran kebencian sekarang di Media Sosial dikarenakan internet tidak memiliki lokasi hukum tertentu, sulitnya mengontrol perilaku orang dalam dunia maya, hal yang kontroversi. Untuk mengechek kebenaran dari suatu kabar / berita dilihat dari 5W + 1 H jika semua nya terpenuhi maka kabar/berita itu valid, dan sebaliknya. Berikut ada beberapa jenis kabar :

1.   Misinformasi, adalah informasi keliru yang disebarluaskan dengan tidak disengaja.

2.   Disinformasi, adalah penyampaian informasi yang salah dengan sengaja untuk membingungkan orang lain dilakukan dengan sengaja.

3.   Propaganda, adalah informasi keliru yang disebarluaskan untuk tujuan mempengaruhi reaksi

orang lain.

4.   Fitnah, adalah informasi bohong yang disebarluaskan dengan maksud menjelekan orang lain.

5.   Hasut, adalah informasi bohong yang disebarluaskan dengan menimbulkan rasa marah dan

panas.

6.   Satire, adalah informasi  bohong yang disebarluaskan dengan sindiran, ironi, parodi.

7.   Opini

8.   Framing, adalah informasi bohong yang disebarluaskan dengan menggiring persepsi public

Tips agar tidak mudah tertipu Hoaks :

-     Jaga Emosi

-     Internet ≠ Media Konvensional

-     Kenali sumber-sumber informasi valid dan media kredibel

-     Hati – hati judul / kalimat pembuka yang orasi provokatif

-     Cermati alamat situs

-     Periksa faktanya

-     Cek keaslian foto

-     Ikut serta group diskusi / komunitas anti hoaks

WhatsApp_Image_2019-06-24_at_8.04_.17_AM_.jpeg

WhatsApp_Image_2019-06-24_at_8.04_.16_AM_.jpeg

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

Instagram