Juara 3 Lomba Periksa Fakta

  • Terakhir diperbaharui : Rabu, 14 Agustus 2019
  • Penulis : GILANG RIZKI MAULANA
  • Hits : 130

P_20190807_163202.jpg

Lomba periksa fakta yang diselenggarakan oleh mafindo dan support oleh google, cekfakta, dan kominfo dihadiri oleh 9 Perguruan tinggi yaitu: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Taruma Negara, Universitas Gunadarma, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP), Universitas Pancasila, Universitas Satya Negara Indonesia, dan. STIE Dharma Bumiputera. Pada kesempatan tersebut UPN Veteran jakarta berhasil merebut juara ketiga sebagai peserta tercepat dan terbaik dalam membuat analisis dan memeriksa fakta. Selain kegiatan lomba tedapat kegiatan "press conference mafindo pasca pemilu" dengan kolaborasi Mafindo, Google, dan Hong Kong University untuk gerakan Stop Hoaks Indonesia dengan resume sebagai berikut:

  • Penyebab penyebaran hoax bisa karena yang menyebar adalah orang terdekat sehingga orang – orang yang menerima informasi mudah percaya dan kembali menyebarkan info hoax tersebut dan ketika orang lain yang memberikan kebeneran dari informasi mereka tidak percaya
  • Motif pembuatan hoax bisa dari banyak faktor terutama faktor ekonomi dan politik
  • Informasi hoax bisa tersebar karena masih ada dari beberapa orang yang kurang minat baca, selain itu bisa juga karen orang – orang hanya membaca dari satu sumber yaitu sumber pertama penyebar informasi
  • Cara untuk menyadarkan dan mengedukasi orang – orang penyebar hoax adalah dengan menggunakan metode silaturahmi dan memiliki jejaring agar isu – isu yang tidak benar dapat teredam dari konflik yang tidak diinginkan
  • Ada beberapa skema dalam mencegah/mengurangi hoax seperti mementukan target dari audience, membuat dan memproduksi konten – konten yang memberikan informasi yang benar sesuai target audience, serta menyumbangkan upaya – upaya untuk masyarakat agar dapat mengakses berita yang benar konten dan sumbernya
  • Pihak – pihak yang mengklarifikasikan berita hoax pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam mencari kebenaran dari berita hoax yang tersebar karena ada informasi – informasi yang tidak dapat dicari dengan cepat
  • Penyebar – penyebar hoax pun dapat dikenakan sanksi dari kominfo seperti apabila media penyebarannya melalui website makan halaman website tersebut akan ditutup, selain itu kominfo juga bekerja sama meminta bantuan pemilik perusahaan startup pengembang aplikasi social media (facebook, twitter, dan lainnya) apabila ada yang menyebarkan hoax agar melaporkan, menghapus berita yang disebar, ataupun menutup akun supaya penyebaran hoax tidak dilakukan

Kesimpulannya dalam menangani dan mengurani hoax perlu adanya gotong royong saling membantu mengingatkan agar penyebaran hoax dapat dicegah dan berkurang

P_20190807_101944.jpg

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

Instagram